Termasuk Lembeknya Sektor Serang, Ini 3 Pekerjaan Rumah Arema FC yang Harus Diperbaiki Menyongsong Seri Kedua Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022

Posisi Arema FC di klasemen BRI Liga 1 2021/2022 terus membaik. Tetapi, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki manajemen klub memasuki seri kedua mulai 17 Oktober mendatang.

Dua kemenangan dari Persipura Jayapura dan Persela Lamongan membikin Singo Edan untuk sementara bertengger di peringkat enam dengan 9 angka. Dari pertandingan ke pertandingan, kemajuan permainan Arema FC pula membaik.

Tetapi begitu, faktor itu tidak membikin juru racik Singo Edan, Eduardo Almeida cepat lega. Sang arsitek melihat klubnya masih mampu berkembang lagi.

Dia tidak menyebutkan apa saja perbaikan yang bakal dijalankannya untuk seri kedua yang bakal dihelat di Jawa Tengah pada 17 Oktober - 06 November mendatang. Karena, Singo Edan dihadapkan dengan lima duel berat, di antaranya meladeni Persija Jakarta, Madura United dan Persebaya Surabaya.

Kalau melihat permainan klub asal Malang itu dalam enam duel pada seri perdana ajang kasta tertinggi Indonesia musim 2021/2022, ada beberapa poin yang wajib jadi perhatian skuat juru taktik. Berikut ini ulasannya:

Singo Edan pernah dihadapkan dengan permasalahan produktifitas. Lima partai perdana maksimal mereka cuma mampu melesakkan satu brace di satu laga. Baru jornada keenam Arema sukses menang telak tiga gol tanpa balas menghadapi Persela Lamongan.

Uniknya, bomber Singo Edan, Carlos Fortes bersinar saat dia tidak ditandemkn dengan Kushedya Hari Yudo dan Dedik Setiawan. Dua striker lokal itu absen untuk memenuhi panggilan Timnas Indonesia.

Ironis memang. Tim besutan Eduardo Almeida ini malah banyak membuang kesempatan saat dibela dua bomber berlabel Timnas.

Jadi, skuat arsitek Singo Edan memiliki pekerjaan untuk mengembalikan ketajaman Dedik dan Yudo sehingga mereka memiliki andalan lain di sektor serang. Lantaran pada seri kedua, dipastikan Fortes bakal selalu memperoleh penjagaan ketat dari pilar bertahan musuh.

Arsitek berusia 43 tahun itu mengakui kalau dia sudah berusaha membikin dua pemain lokal itu kembali tajam. Dalam sesi latihan, program finishing touch selau diberikan. Tinggal menanti waktu usai kembali dari Skuad Garuda, apakah mereka mampu menciptakan gol atau tetap lembek.

Enam partai cuma kebobolan empat gol. Catatan yang bagus bagi lini bertahan Singo Edan. Itu jadi jumlah keboboln paling sedikit di Liga 1.

Selain dibantu penjaga gawang kuat Adilson Maringga, Singo Edan pula memiliki kuarter pertahanan yang apik. Yaitu Ahmad Alfarizi, Bagas Adi, Sergio Silva dan Rizky Dwi.

Tapi pada seri kedua, Singo Edan wajib mulai menyiapkan amunisi pelapisnya. Lantaran Arema selalu memasang kuarter itu dalam tiap partai. Cuma di jornada enam posisi Alfarizi digantikan Diego Michiels. Mampu Singo Edan pilar inti dan pelapis di lini belakang agak timpang.

Di posisi bek tengah, cuma Ikhfanul Alam yang dibilang memiliki pengalaman. Pilar lain seperti Achmad Galih, Figo Ramadani baru promosi dari Akademi Arema.

Untungnya saat ini sektor bertahan Singo Edan terbilang aman dari akumulasi kartu kuning. Cuma Rizky Dwi yang sudah mengantongi dua kartu kuning. Sedangkan Sergio, Bagas, dan Alfarizi belum memperoleh kartu.

Musim ini klub kebanggaan Aremania ini tidak memiliki winger yang mampu mengatur ritme permainan. Mereka lebih banyak memanfaatkan kelebihan pilar sayap. Kalau musuh mengunci para amunisi sayap, kreatifitas sektor tengah yang wajib memiliki peran lebih besar.

Sebelumnya, Singo Edan memiliki winger serang sekaligus playmaker seperti Gustavo Lopez atau Makan Konate. Sungguhnya Arema FC memiliki winger yang memiliki insting menyerang. Seperti Dave Mustaine, tetapi dia lebih banyak jadi cadangan. Lantaran arsitek asal Portugal ini cenderung memasang dua winger bertahan. Seperti Seperti Hanif Sjahbandi dan Renshi Yamaguchi.

Jadi, dua pilar ini dibebani tugas lebih berat. Selain memutus serangan di sektor tengah, kedua punggawa ini pula ditugasi mengatur skema serangan Singo Edan. Kalau lini sayap buntu, mau atau tidak mereka wajib mulai menjajal mengadakan determinasi di tengah.

Leave a reply "Termasuk Lembeknya Sektor Serang, Ini 3 Pekerjaan Rumah Arema FC yang Harus Diperbaiki Menyongsong Seri Kedua Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022"

Author: 
    author