Tanggapan Wallace Costa Usai Dragan Djukanovic Angkat Koper Dari PSIS Semarang

Juru racik PSIS Semarang, Dragan Djukanovic memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Sang nahkoda hengkang dari klub asal Kota Lumpia itu, Selasa (10/08/2021).

Padahal, Mahesa Jenar mulai kembali menyiapkan diri meladeni kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 yang bakal bergulir pada 27 Agustus. Keputusan juru latih kelahiran Montenegro itu tentu membikin para punggawa kaget, termasuk kapten klub Wallace Costa.

Pemain berusia 34 tahun itu mengaku punya kesan tersendiri selama ditukangi eks pelatih Borneo FC tersebut.

Pilar asal Brasil ini menilai pelatih berusia 51 tahun itu merupakan sosok yang menjunjung tinggi profesionalisme. Ia mengaku senang sempat menjalin kerjasama dan ditangani oleh sang juru taktik.

"Saya hanya bisa menyampaikan rasa terima kasih atas semuanya untuk coach Dragan dan semoga sukses di klub baru," terang Wallace Costa.

Mantan punggawa Persela Lamongan itu dan Dragan Djukanovic itu saling bekerja sama dengan baik selama membela Mahesa Jenar.

"Sebuah kebanggaan bisa bekerja sama dengannya. Seorang pelatih yang sangat profesional," lanjut Wallace.

Setelah mundur dari Mahesa Jenar, eks nahkoda Sindelic Beograd itu diberitakan segera berpetualang di Yunani. Ia akan menjadi nahkoda AE Karaiskakis di Kota Arta. Sang arsitek pula sudah memutuskan kembali ke negaranya sejak pekan lalu.

Selain bek berpostur tinggi 186cm ini, satu diantara pilar Mahesa Jenar lainnya, Kartika Vedhayanto Putra turut memberi respons atas keputusan pengunduran diri mantan pelatih Sheikh Russel itu. Dirinya pula merasakan seperti kehilangan sosok sang nahkoda sebagai juru latihnya di klub.

"Banyak pelajaran yang saya dapat dari coach Dragan dan banyak yang telah beliau berikan kepada saya tentang sepak bola," ujarnya.

"Ya tapi ini sudah biasa dalam sepak bola. Ada yang datang dan ada yang pergi. Saya juga akan terus belajar kepada siapapun," jelas Kartika Vedhayanto.