Persebaya Surabaya Mengirim Surat Meminta Penundaan Pertandingan Menghadapi PSIS Semarang

Persebaya Surabaya masih dalam keadaan dilema usai menerima surat pemanggilan pilar untuk memperkuat Timnas Indonesia. Sebanyak empat amunisi klub asal Kota Pahlawan ini diminta memperkuat Skuad Garuda meladeni Chinese Taipei pada 7 dan 11 Oktober 2021.

Empat pilar Bajol Ijo yang memperoleh panggilan itu adalah Rizky Ridho, Ernando Ari Sutaryadi, Rachmat Irianto, dan Ricky Kambuaya. Mereka wajib mulai berlabuh dengan tim besutan Shin Tae-yong itu pada 03 Oktober 2021.

“Ada tiga pemain kami yang dipanggil, Ernando, Rian, dan Kambuaya. Tentunya ini akan menjadi kendala, karena mereka merupakan pemain-pemain yang selama ini menjadi starter. Rizky akhirnya dipanggil masuk Timnas Indonesia untuk berangkat ke Thailand,” ucap Aji Santoso, pelatih Persebaya.

Keadaan itu membikin Bajol Ijo dalam dilema. Di satu sisi, klub kebanggaan Bonek dan Bonita itu wajib mendukung kepentingan Skuad Garuda, sementara di sisi lain Persebaya akan meladeni krisis punggawa.

Bajol Ijo tengah dalam penampilan bagus usai sukses menang dengan skor 3-1 atas PSS Sleman di jornada kelima Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Mereka tentu ingin meneruskan hasil positif itu di pekan keenam nanti.

Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, ingin membicarakan faktor ini dengan PSSI dan LIB selaku federasi dan operator ajang. Menurutnya, perkara ini tidak bakal terjadi kalau PSSI dan LIB teliti dalam menyusun jadwal ajang kasta teratas Indonesia itu.

“Kan jadwal pertandingan timnas itu sudah bisa diketahui jauh hari. Dari sana kan bisa diatur, misalnya jadwal Seri I dikurangi agar klub juga tidak kesulitan melepas pemainnya,” kata Candra dalam rilis yang diterima Bola.com, Jumat (01/10/2021).

“Pemain yang dipanggil Timnas Indonesia juga kondisinya bisa lebih bugar. Kami sudah kirim surat resmi ke LIB, agar ada penjadwalan ulang,” imbuh manajer Persebaya Surabaya itu.

Nahkoda Bajol Ijo, Aji Santoso, pernah mengusulkan laga Persebaya Surabaya meladeni PSIS Semarang ini sebaiknya ditunda lantaran keadaan yang menyusahkan skuatnya. Tapi, hingga kini belum ada berita teranyar tentang permintaannya tersebut.

Pelatih asal Malang ini dipusingkan dengan krisis pilar belakang yang bakal diladeni klubnya di jornada keenam nanti.

Seperti posisi kiper yang sekarang menjadi milik Ernando. Sang penjaga gawang muda sejatinya merupakan kiper pelapis di Bajol Ijo. Dia menggantikan Satria Tama yang mengalami cedera panjang.

Kalau kiper berusia 19 tahun itu memperkuat Skuad Garuda, Bajol Ijo cuma punya penjaga gawang tersisa, yaitu Andhika Ramadhani dan David Ariyanto. Andhika merupakan punggawa muda yang belum sempat bermain di duel resmi, sedangkan David justru belum sempat main, sekalipun dalam partai uji tanding.

Lalu, Rizky Ridho dan Rachmat Irianto adalah pilar yang berposisi sebagai lini belakang. Khusus pemain bernomor punggung 13 di Persebaya itu, dia pula mampu dimainkan sebagai winger di sektor tengah seperti Ricky Kambuaya.

Makanya, pelatih berusia 51 tahun itu ada kebijakan yang bakal membikin tim besutannya tidak dalam keadaan susah ini. Satu diantaranya, dia mengharapkan PT LIB selaku operator Kompetisi BRI Liga 1 untuk menunda pertandingan melawan Mahesa Jenar.

“Artinya, apakah dengan pemain ini akan ada dispensasi khusus dari timnas atau bagaimana saya belum tahu. Yang jelas mereka itu merupakan bagian yang penting dari Persebaya. Kenapa kami minta begitu? Karena Persebaya ini yang paling banyak pemainnya dipanggil timnas,” ujar Aji.

Bajol Ijo bareng Arema FC menjadi tim yang terbanyak menyumbang punggawa ke Skuad Garuda dengan tiga nama. Sekarang, Persebaya Surabaya malah wajib melepas empat pilar lantaran punggawa bernomor punggung 32 di Persebaya Surabaya ini menggantikan slot yang ditinggal Saddil Ramdani yang mengalami cedera.

Leave a reply "Persebaya Surabaya Mengirim Surat Meminta Penundaan Pertandingan Menghadapi PSIS Semarang"

Author: 
    author