Pelatih Arema FC Tidak Silau Dengan Jumlah Gelar Timnya di Masa Lalu

75 views

Para pencinta Arema FC masih penasaran dengan tangan dingin juru racik baru Eduardo Almeida. Maklum, Singo Edan menghelat latihan tertutup nyaris tiga pekan ini.

Tetapi, beban keinginan tinggi disematkan kepada nahkoda asal Portugal itu. Aremania mengharapkan sang pelatih memulihkan tim asal Malang itu sebagai klub yang memetik banyak trofi di ajang turnamen seperti era 2014 sampai 2019. Selain itu, pendukung Arema pula merindukan momen kampiun di ajang tertinggi seperti 11 tahun lalu.

Terkait banyak trofi kampiun yang dipetik Singo Edan, arsitek berusia 43 tahun itu tidak silau. Dia tetap fokus menyiapkan skuat selangkah demi selangkah. Dia pula enggan tergesa-gesa menghadirkan legiun asing.

"Tidak ada yang berubah dari target saya di Arema FC. Soal trofi di Benfica, saya melihat lebih banyak trofi yang sudah diraih. Jadi bukan hal yang luar biasa bagi saya terkait trofi," jawab Almeida.

Mantan pelatih Semen Padang itu memulai karier kepelatihan di Benfica U-17. Usai itu, ia meneruskan kariernya di berbagai negara. Bareng Singo Edan, dia ingin tetap bekerja maksimal, dan masalah gelar itu cuma hasil dari proses yang bakal dilakoninya.

"Seperti saya sampaikan sebelumnya. Semua harus bekerjasama dan realistis," tegas pelatih Arema FC itu.

Tim kebanggaan Aremania itu sudah memasuki fase uji tanding. Artinya, proses perkembangan Arema mulai mampu diamati. Akhir pekan nanti, Minggu (06/06/2021), uji coba Singo Edan meladeni RANS Cilegon FC pula mampu disiarkan secara langsung. Jadi, Aremania mampu melihat sentuhan sang juru taktik.

Meskipun dalam ajang itu, Singo Edan masih main dengan 100 persen tim lokal. Arema pula minus dua pilar yang memperkuat Timnas Indonesia, Kushedya Hari Yudo dan Muhammad Rafli.

"Sekarang saya fokus meningkatkan semua aspek yang ada di dalam tim. Fisik, teknik, taktik. Setiap persiapan pasti ada kendala atau masalah. Namun, kami tidak fokus terhadap masalahnya, tapi bagaimana mencari solusinya," ujar Almeida.

Eduardo Almeida memang pelit bicara masalah teknis atau kekurang klub Singo Edan saat ini. Ia enggan menyampaikan halangan skuat di masa persiapan seperti saat ini.

Tetapi, ia melihat permainan Dendi Santoso dan rekan-rekan masih mampu berkembang hingga kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia kembali diputar pada Juli mendatang.