Kesenangan Simon McMenemy Balik ke Bhayangkara Solo FC

171 views

Tim Bhayangkara FC semakin penuh motivasi dalam melintas ajang musim 2021. Teranyar, Simon McMenemy resmi kembali di jajaran The Guardian.

Pria berusia 43 tahun itu sebelumnya sudah diberitahukan oleh tim kembali bekerjasama dengan The Guardian dan punya posisi atau jabatan sebagai direktur teknik. Ia bakal berkolaborasi dengan juru racik Paul Munster untuk mempersiapkan skuad terbaik.

Bahkan pria asal Skotlandia ini yang telah ikut berlabuh dalam sesi latihan pertama The Guardian di Stadion Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS), Kamis (25/02/2021) pagi. Ia berdampingan dengan nahkoda asal Irlandia Utara itu di tengah lapangan untuk memimpin timnya berlatih.

Kepada wartawan ketika dijumpai setelah memimpin latihan, eks nahkoda Timnas Indonesia itu mengaku senang mampu balik ke Bhayangkara Solo FC. Banyak kenangan manis ia peroleh ketika menjadi The Guardian.

Tepatnya di Liga 1 musim 2017, eks pelatih Mitra Kukar ini sukses mempersembahkan trofi kampiun untuk Bhayangkara FC. Sekaligus menjadi torehan luar biasanya berkarier juru taktik di Indonesia, sehingga akhirnya ia naik level jadi arsitek Timnas Indonesia.

"Terus terang sebelum akhirnya kembali ke tim ini, ada beberapa klub memberikan tawaran untuk melatih, tapi saya tolak karena merasa belum siap," ujar Simon McMenemy.

"Sebelumnya saya juga sering berbincang dengan COO Bhayangkara FC (Sumardji), bahwa saya ingin kembali ke Bhayangkara FC. Jujur, hati saya masih Bhayangkara FC dan gembira akhirnya kembali terwujud," beber pelatih berusia 43 tahun tentang keinginan yang akhirnya benar-benar terwujud untuk bergabung lagi bersama Bhayangkara Solo FC.

Sementara satu di antara tugas mantan juru latih Timnas Filipina itu sebagai direktur teknik di The Guardian nanti adalah memaksimalkan potensi pesepak bola umur muda di daerah Kota Solo dan sekitarnya.

Keberadaan The Guardian ke Kota Bengawan bakal semakin mewadahi talenta-talenta terpendam di daerah itu.

"Sudah ada tim di Solo, yaitu Persis Solo, di mana kami pernah menghadapi mereka dan mereka memiliki basis suporter yang besar. Saya akan turut mengombinasikan Bhayangkara FC dengan publik sepak bola di Solo, untuk mengembangkan sepak bola usia muda yang penuh potensi," tegasnya.