Bekerja Sama PSSI Dengan Mabes Polri: Satgas Antimafia Bola Hidup Lagi, Izin Ajang Lebih Mudah

PSSI memberitahukan berita baik. Via lamannya, Asosiasi Sepak Bola Indonesia itu resmi kolaborasi dengan Mabes Polri melingkupi berbagai macam elemen.

PSSI dan Mabes Polri setuju untuk menguatkan kerja sama meliputi rekomendasi dan pemberian izin, bantuan pengamanan, penegakan hukum, kesehatan, dan hubungan luar negeri.

Kolaborasi PSSI dan Mabes Polri tertuang pada surat bernomor 12/PSSI/VII-2021 dan nomor PKS/27VII/2021 mengenai Penerbitan Rekomendasi atau Pemberian Izin Bantuan Pengamanan, Penegakan Hukum, Kesehatan, dan Hubungan Luar Negeri dalam Kegiatan PSSI.

Kolaborasi itu ditandatangani oleh Ketua PSSI, Mochamad Iriawan dan Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops) Irjen Pol. Imam Sugianto.

Pria asal Jakarta ini menuturkan, dengan kolaborasi ini, PSSI menjadi satu-satunya organisasi sepak bola yang bersifat nasional dan berwenang untuk mengurus serta melaksanakan seluruh aktivitas atau ajang sepak bola di Indonesia yang sesuai dengan FIFA, AFC, dan ASEAN Football Federation (AFF).

Sementara kepolisian, adalah unsur pengawas dan pembantu pimpinan dalam bidang manajemen operasional kepolisian, aktivitas kepolisian terpadu, dan kolaborasi dengan kementerian atau lembaga yang berada di bawah Kapolri dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Kolaborasi ini pula kembali menghidupkan Satgas Antimafia Bola yang sempat bergerilya di sepak bola Tanah Air pada 2018-2020.

"Dengan kerja sama ini, PSSI dan Mabes Polri sama-sama berkomitmen untuk memajukan sepak bola. Bahkan Satgas Antimafia Bola juga dilanjutkan," kata Iriawan dinukil dari laman PSSI.

"Ini menunjukkan komitmen dari PSSI dan Mabes Polri dalam memajukan sepak bola nasional agar bersih, enak ditonton, dan menjadi industri agar bisa bersaing dengan negara lain," lanjutnya.

Satgas Antimafia Bola adalah satuan khusus yang diisi oleh PSSI dan Kepolisian untuk mengadakan pemantauan, pengawasan, dan pencegahan dalam aktivitas sepak bola.

Tugas Kepolisian adalah menjalankan aktivitas penyelidikan yang didukung Asosiasi Sepak Bola Indonesia itu. Sasarannya adalah pelaku pelanggaran hukum yang diadakan orang-orang tertentu yang terlibat dalam aktivitas pengaturan skor, suap maupun aktivitas lain yang bisa berakibat merugikan laga sepak bola.

"Jadi jangan macam-macam sekarang. Tidak boleh lagi yang namanya pengaturan skor, suap, maupun kegiatan lain yang merugikan sepak bola. Ini komitmen saya sejak ditunjuk menjadi Ketua PSSI pada Kongres di Jakarta pada 2019," imbuh Iriawan.

Mochamad Iriawan mengungkapkan, kolaborasi antara PSSI dan Mabes Polri pula bakal menggampangkan pihaknya dalam mengajukan izin untuk aktivitas sepak bola, baik ajang maupun turnamen nasional dan internasional.

Mabes Polri akan mengeluarkan izin berdasarkan rekomendasi dari Polda setempat.

Untuk ajang Liga 1 dan Liga 2 serta Elite Pro Academy (EFA) U-20 pemberian izin pokok dikeluarkan oleh Mabes Polri berdasarkan rekomendasi dari Polda, Polres. Polresta, atau Polrestabes setempat.

Sedangkan ajang dan turnamen lokal yang dikelola oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, izinnya dibikin oleh Polda berdasarkan masukan dari Polres, Polresta, atau Polrestabes setempat.

Adapun ajang dan turnamen lokal yang dikelola oleh Asosiasi Kabupaten/Kota (Askab dan Askot) izin dan rekomendasi dikeluarkan oleh Polres, Polresta, atau Polrestabes setempat.

"Saya selaku Ketua PSSI dan mewakili seluruh Exco PSSI mengucapkan terima kasih kepada Mabes Polri atas kerja sama ini. Saya yakin dengan kerja sama yang solid ini ke depan, sepak bola Indonesia akan semakin maju," tutur pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu.c

Leave a reply "Bekerja Sama PSSI Dengan Mabes Polri: Satgas Antimafia Bola Hidup Lagi, Izin Ajang Lebih Mudah"

Author: 
    author