Tertekan Wajib Bangkit Menghadapi PSS Sleman, Persebaya Surabaya Justru Krisis Sektor Bertahan

Persebaya Surabaya masih dalam misi bangkit pada pekan kelima kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 usai menderita dua kekalahan berturut-turut. Klub asal Kota Pahlawan ini akan melawan PSS Sleman di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Rabu (29/09/2021) malam.

Nahkoda Bajol Ijo, Aji Santoso, wajib jeli untuk mampu meraih poin dalam laga ini. Waktu yang dipunyainya tidak banyak usai terakhir menderita kekalahan 0-1 dari Bhayangkara, Jumat (24/09/2021).

Dalam keinginan bangkit, Persebaya Surabaya malah bakal bermain tanpa kekuatan penuh. Mereka dihantam krisis pilar bertahan dengan absennya penjaga gawang Satria Tama dan stoper muda Rizky Ridho.

“Satria Tama pulang karena dia akan menjalani operasi. Yang jelas istirahat cukup lama. Yang lain dalam kondisi bagus. Semua dalam kondisi baik kecuali Satria Tama, dia pulang akan menjalani operasi, mungkin istirahatnya cukup lama,” ungkap pelatih berusia 51 tahun tersebut, Selasa (28/09/2021)

Pemain bernomor punggung 32 di Persebaya Surabaya ini terpaksa cuma melihat teman-temannya berjuang karena memperoleh larangan berlaga. Sang pilar memperoleh kartu merah ketika klubnya dikalahkan Bhayangkara.

Belum lagi, palang pintu Arif Satria yang masih dalam keadaan cedera. Belum ada jaminan sang punggawa mampu dimainkan di pekan kelima nanti meskipun sekarang sudah makin membaik.

Sebelumnya, arsitek asal Malang ini mengklaim bek berusia 26 tahun itu dipaksakan bermain lantaran masih dalam keadaan cedera usai pulang dari Timnas Indonesia. Itu terjadi melihat Bajol Ijo takluk 0-1 pekan lalu.

“Arif Satria tidak dalam kondisi bagus. Ya ini lebih baik, mudah-mudahan ke depan dia semakin membaik,” imbuh Aji.

Di sisi lain, krisis punggawa belakang pula menghantam pos lini bertahan sayap dengan cederanya Koko Ari Araya. Sang pilar sudah absen sejak awal musim dan pelatih berusia 51 tahun ini bereksperimen dengan menurunkan pilar lain untuk posisi itu. Teranyar, winger Ady Setiawan diplot sebagai palang pintu kanan dan dinilai bermain bagus.

“Kemarin melawan Bhayangkara FC cukup bagus meskipun dia jarang memainkan posisi itu. Nanti kami melihat perkembangan seperti apa,” ujarnya.

Eks nahkoda Persela Lamongan itu dan anak didiknya sekarang berada dalam tekanan besar dari pendukung lantaran hasil minor di ajang kasta teratas Indonesia. Mereka kebanjiran kritik lantaran menelan kekalahan berturut-turut dalam dua partai terakhir.

Keadaan itu memaksa Bajol Ijo meraih kemenangan atas PSS Sleman supaya mental pilar kembali terangkat. Meskipun begitu, mantan juru taktik PSIM Yogyakarta itu mengirim sanjungan bahwa klub asal Sleman itu punya tim yang apik dan termasuk musuh yang susah.

“Yang jelas PSS Sleman tim yang bagus, mereka juga bisa mengalahkan Arema FC. Tapi kami hanya memiliki satu pilihan melawan PSS Sleman kami harus fight berusaha maksimal untuk mendapatkan poin maksimal,” ucapnya.

Leave a reply "Tertekan Wajib Bangkit Menghadapi PSS Sleman, Persebaya Surabaya Justru Krisis Sektor Bertahan"

Author: 
    author