Tanpa Kegiatan Lantaran PPKM Darurat, Juru Taktik dan Punggawa Persijap Jepara Tetap Menerima Gaji

Manajemen Persijap Jepara memberlakukan kebijakan yang harus diacungi jempol pada saat yang susah seperti saat ini. Hak nahkoda dan pilar tetap diberikan selama klub tanpa kegiatan lantaran pemberlakuan PPKM Darurat ketika wabah virus Corona ini.

Tim asal Jepara itu tetap memberikan hak yang memang wajib diterima oleh arsitek dan punggawa seperti waktu ajang mandek sejak awal 2020, yaitu 25 persen dari nilai pada saat normal.

"Tim diliburkan sejak 5 Juli lalu, tapi gaji kami tetap dibayarkan oleh manajemen. Hak yang kami terima 25 persen dari nilai yang tertera dalam kontrak," ujar pelatih Persijap, Jaya Hartono.

Menurut Jaya Hartono, kebijakan ini diambil lantaran tidak ada kegiatan latihan rutin. "Saya pribadi salut dengan kebijakan manajemen ini. Kami tetap bersyukur masih punya penghasilan untuk keluarga di rumah," lanjut pelatih Persijap Jepara itu.

Nahkoda berusia 57 tahun ini pula menganggap wajar keputusan manajemen Laskar Kalinyamat ini. Apalagi sampai sekarang nasib ajang Liga 2 2021 belum pasti.

"Manajemen juga pasti berhitung dengan cermat. Sampai sekarang juga belum ada kabar kepastian Liga 2 kapan digelar. Jadi wajar bila tim diliburkan," ucapnya.

Eks juru taktik Persib Bandung itu pula belum tahu kapan Persijap bakal berkumpul kembali.

"Kami libur hampir sebulan, tapi manajemen belum memerintahkan untuk berkumpul lagi. Semoga setelah PPKM Darurat Level IV pada 2 Agustus nanti, statusnya dicabut permanen. Jadi kami bisa beraktivitas lagi dan kompetisi bisa digelar," tuturnya.

Leave a reply "Tanpa Kegiatan Lantaran PPKM Darurat, Juru Taktik dan Punggawa Persijap Jepara Tetap Menerima Gaji"

Author: 
    author