Stefano Cugurra Menganjurkan Promosi dan Degradasi Tetap Berlaku di Ajang 2021

Juru racik Bali United, Stefano Cugurra Teco, berkeinginan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru segera mengambil keputusan terkait nasib ajang sepak bola Indonesia dan memberi kejelasan tentang jadwal gelaran yang bakal bergulir pada 2021. Tidak cuma itu, sang nahkoda menganggap ajang yang bakal bergulir sebaiknya tetap mempraktikkan metode promosi dan degradasi.

Metode promosi dan degradasi konsepnya ditiadakan saat PSSI dan PT Liga Indonesia Baru menjadwalkan ulang Shopee Liga 1 2020 bergulir pada Oktober 2020 lalu. Faktor itu lantaran pihak federasi dan operator melihat tim telah mengalami kesusahan dengan kondisi wabah virus Corona yang membikin ajang bakal dihelat secara terpusat di Jawa.

Tetapi, usai ajang tidak jadi digelar, bahkan terlihatnya tidak berhasil diputar pada Februari 2021 mendatang, tim dan PT LIB kembali berjumpa untuk memperoleh saran dari peserta ajang yang bakal menjadi masukan bagi Exco PSSI memastikan kejelasan gelaran.

Dalam perjumpaan itu, mayoritas tim menyarankan ajang 2020 dimandekkan dan berlanjut dengan gelaran musim anyar 2021. Tidak cuma itu, beberapa tim pula mengajukan usul supaya sistem promosi dan degradasi yang dikonsepkan tidak dipakai pada sambungan ajang 2020, pula ditetapkan pada musim ajang 2020.

Tetapi, usulan itu memperoleh tanggapan berlainan dari beberapa pihak, termasuk juru latih asal Brasil ini. Sang pelatih menerangkan sistem promosi dan degradasi tetap berharga bagi kualitas ajang itu sendiri.

"Saya berharap Liga 1 bisa segera terlaksana. Tim sudah tidak ada pertandingan selama hampir satu tahun. Saya pikir sistem degradasi dan promosi dari tim Liga 2 harus ditetapkan untuk memperoleh kompetisi yang bagus dan sehat. Semoga Maret mendatang kompetisi bisa terlaksana," ujar Teco dalam situs resmi Bali United itu.

Eks arsitek Persija Jakarta ini pula pernah berkunjung melihat sebanyak lapangan penunjang latihan di Bali yang awalnya dibikin untuk kebutuhan Piala Dunia U-20 2021. Meskipun pada akhirnya kejuaraan akbat itu ditunda sampai 2023, sebanyak fasilitas itu mampu dimanfaatkan dengan baik.

Menurut pelatih berusia 46 itu, lapangan telah direnovasi dan beberapa fasilitas penunjang lain bakal bisa memberi dukungan untuk tim Serdadu Tridatu kalau ingin berlatih, setidaknya sampai Piala Dunia U-20 2023 dihelat.

"Saya sempat berkunjung ke Lapangan Tri Sakti, Legian. Teman yang di sana menyampaikan kalau tahapan renovasinya selesai Maret. Semoga rumputnya bisa berkualitas sehingga bisa digunakan untuk berlatih," ujar Teco.

"Tentunya jika sudah rampung pengerjaannya, tim ingin menggunakan lapangan yang sudah direnovasi ini. Semoga fasilitas pendukung di lapangan juga makin lengkap dan bagus untuk digunakan tim berlatih," lanjutnya.