Persebaya Surabaya Fokus Bangkit Meladeni Bhayangkara FC, Mengadakan Evaluasi Besar-besaran

Persebaya Surabaya mulai beranjak melalaikan kekalahan 1-3 dari PSM Makassar di jornada ketiga kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Sekarang, mereka ingin fokus memandang duel selanjutnya.

Klub asal Kota Pahlawan ini dijadwalkan melawan Bhayangkara FC pada pekan keempat, Jumat (24/09/2021). Persebaya Surabaya diminta memandang persiapan laga itu dalam latihan yang dihelat Senin (20/09/2021) sore.

Juru taktik Persebaya Surabaya, Aji Santoso, pula mengadakan evaluasi besar-besaran usai kekalahan yang menyakitkan menghadapi PSM Makassar. Dalam partai itu, Bajol Ijo unggul dulu tetapi akhirnya pulang tanpa angka.

“Latihan hari ini kami mengevaluasi pertandingan terakhir. Kami mempersiapkan pertandingan melawan Bhayangkara tanggal 24 nanti. Semua kami evaluasi, baik pertahanan dan penyerangan, kami perbaiki di latihan kali ini,” kata Aji setelah memimpin latihan.

Keadaan kebugaran para pilarnya pula tidak ada masalah. Pelatih asal Malang itu punya waktu empat hari untuk membawa klubnya bangkit. Cuma saja, halangan Bajol Ijo ada pada lima pilar yang memperoleh panggilan TC Timnas Indonesia.

Mereka adalah penjaga gawang Ernando Ari Sutaryadi, bek Arif Satria, bek Rizky Ridho, winger Rachmat Irianto, dan winger Ricky Kambuaya.

“Tidak ada masalah (kebugaran pemain). Semua dalam kondisi yang baik. Lima pemain di timnas. Semua pemain tidak ada masalah,” imbuhnya.

Sejauh ini, juru racik berusia 51 tahun ini masih bakal memberi pemahaman untuk perbaikan skuatnya. Dia bakal mulai mengadakan evaluasi menyeluruh usai semua punggawanya ikut latihan, termasuk yang masih bareng Skuad Garuda.

“Itu akan menjadi evaluasi kami. Ketika kami melakukan evaluasi dalam kondisi pemain sudah lengkap, melalui video. Kami akan memberi tahu kepada seluruh pemain apa yang perlu menjadi perhatian dan perlu ditingkatkan,” tuturnya.

Sebelumnya, Aji Santoso sudah mengakui bahwa kekalahan dari Juku Eja merupakan hasil kesalahan anak didiknya sendiri. Pertahanan klubnya lemah sehingga butuh dibenahi meladeni The Guardians yang masih belum terkalahkan di tiga duel.

Sementara itu, sisi kanan pertahanan Bajol Ijo tengah menjadi sorotan. Penyebabnya, kekalahan yang baru saja mereka alami lahir dari eksploitasi lasan di keroposnya lini itu.

Mantan juru racik PSIM Yogyakarta itu, mulai merasai dampak absennya bek kanan muda Koko Ari Araya. Sang pilar selama ini menjadi palang pintu kanan tumpuan, tapi sekarang masih menderita cedera.

"Dengan cederanya Koko, kami memang tidak memiliki banyak stok di posisi bek kanan. Yang ada pemain yang berpengalaman hanya (Mokhamad) Syaifuddin," ungkap pelatih berusia 51 tahun itu.

Syaifuddin yang dipasang sebagai lini belakang kanan meladeni klub asal Makassar itu sesungguhnya bukan nama anyar. Meskipun berposisi asli sebagai stoper, dia beberapa kali dipasang sebagai bek kanan dan sanggup memperlihatkan performa mengesankan.

Sayangnya, performa punggawa bernomor punggung 29 di Persebaya Surabaya ini di luar ekspektasi ketika meladeni Juku Eja.