Pelatih Bali United Mengubah Pola Permainan Timnya, Sebut Posisi Playmaker Mulai Ditinggalkan

Video Assistant Referee (VAR) sampai gaya permainan Timnas Italia yang sangat banyak membuang-buang waktu untuk memetik kampiun Euro 2020, memperoleh banyak kritikan. Mulai dari winger Liverpool, Thiago Alcantara sampai berbagai pengamat sepak bola.

Ada klub yang bahagia pilarnya memperagakan sepak bola cepat dengan dominan menggiring bola. Ada pula yang memilih mengulur waktu hingga mempraktikkan satu dua sentuhan. Pemain berusia 30 tahun ini pernah menuturkan kalau peran punggawa nomor 10 alias playmaker, pelan-pelan mulai menghilang.

Tapi, juru racik Bali United, Stefano Cugurra punya penilaian lain terkait sistem kepelatihan sampai gaya permainan di sepak bola modern. Sang nahkoda menganggap sah-sah saja juru latih punya sistem kepelatihan sendiri.

“Ini tergantung metodologi latihan dari pelatih dan taktikal untuk pertandingan. Kita semua tahu ada beberapa pelatih tidak suka pemain dribbling,” ucap pelatih berpaspor Brasil ini.

Bagi arsitek berusia 47 tahun itu saat punggawa dalam skuat punya kemampuan penguasaan bola di atas rata-rata, pilar itu malah bias lebih bebas dalam menentukan sikap mereka di lapangan.

“Seharusnya pemain bias lebih bebas menentukan keputusan sendiri apakah mau dribbling atau lakukan satu dua sentuhan,” ucapnya.

Untuk playmaker, pelatih asal Brasil itu sependapat dengan eks punggawa Bayern Munich ini yang menganggap posisi nomor 10 itu makin hari mulai ditinggalkan. Tapi dengan catatan bahwa faktor itu berlaku untuk klub-klub kelompok umur.

Berikutnya, klub-klub itu mempraktikkan formasi 4-4-2 daripada 4-3-3.

“Soal playmaker, sudah mulai ditinggalkan terutama tim usia muda. Mereka lebih pilih main dengan system 4-4-2 atau 4-2-4. Main dengan dua striker dan dua winger,” jelasnya.

Terkait gaya permainan Serdadu Tridatu, mantan nahkoda Persija Jakarta itu pula menjadi sosok berharga dalam mengubah gaya permaina Fadil Sausu dan rekan-rekan.

Sejak menjabat sebagai juru taktik di 2019, Stefano Cugurra mengubah gaya permainan tim asal Pulau Dewata itu dari biasanya dominan dalam penguasaan bola seperti yang diadakan Widodo Cahyono Putro sejak 2017 sampai 2018, menjadi efek satu dua sentuhan.

Operan langsung ke sektor depan pula kerap diadakan Serdadu Tridatu yang dimotori Paulo Sergio waktu itu sebagai winger serang. Ini adalah efek dari small side game yang kerap ditangani mereka.

“Ada efeknya ketika kami ingin bermain lebih cepat, pada saat lawan melakukan pressure kepada kami. Pemain juga ingin bermain satu dua sentuhan karena bias lebih bagus. Banyak variasi dalam pertandingan,” tutupnya.

Leave a reply "Pelatih Bali United Mengubah Pola Permainan Timnya, Sebut Posisi Playmaker Mulai Ditinggalkan"

Author: 
    author