Achsanul Qosasi Minta Pelatih Madura United Melirik Potensi Punggawa Akademi

Madura United dipastikan akan kembali dilatih oleh Rahmad Darmawan sebagai juru racik kepala pada musim anyar. Sang nahkoda sudah mencapai kesetujuan untuk kembali menangani tim asal Pulau Dewata tersebut.

Usai menentukan sosok yang karib disapa RD ini tetap menjadi nahkoda kepala, Presiden Laskar Sape Kerrab, Achsanul Qosasi, mengirimkan pesan kepada sang juru latih tentang skuat klubnya pada musim lalu. Dia minta kepada pelatih asal Lampung itu melirik amunisi binaan Madura United Football Academy (MUFA).

"Madura United sudah menjalankan MUFA sejak 2016 lalu. Mulai musim, sudah saatnya manajer pelatih tim senior memiliki prioritas terhadap pemain binaan dari MUFA dengan memaksimalkan kemampuan pemain hasil binaan tersebut," ujar Achsanul Qosasi.

"Setidaknya minimal lima pemain setiap tahun yang harus dipromosikan dari MUFA dan bisa mendapatkan kesempatan bermain secara reguler di pertandingan resmi," lanjut presiden klub yang disapa AQ.

Laskar Sape Kerrab sesungguhnya selalu berupaya mempromosikan punggawa binaan sendiri dalam tiap musim untuk skuat tim senior. Tetapi, jumlahnya tidak banyak sejak Madura United didirikan pada 10 Januari 2016.

Satu pilar yang cukup menonjol adalah striker sayap Kevy Sahertian yang merupakan jebolan Madura United U-20. Meskipun tidak bermain reguler, punggawa berusia sering memperoleh peluang dan memberi kontribusi.

Tim kebanggaan K-Conk Mania itu sekarang tengah berupaya mengubah arah kebijakannya kepada pembinaan amunisi belia. Keseriusan mereka pada aspek ini dilatarbelakangi oleh ketidakberhasilan mendapatkan lisensi tim profesional AFC.

"Sejak berdirinya Madura United Football Academy, regulasi internal Madura United adalah menggunakan pemain binaan minimal lima orang pemain setiap musim yang diorbitkan bersama pemain-pemain senior Madura United," ucap AQ.

"Coach RD harus berani mencoba mereka dalam pertandingan resmi, karena MUFA sudah berjalan. Saat ini lapangan latihan untuk akademi akan selesai dalam tiga bulan ke depan," ujar pria asal Sumenep itu.

Saat ini, Laskar Sape Kerrab mengklaim sudah mencapai kesetujuan dengan 28 punggawa lokal yang telah menjadi bagian tim pada musim lalu. Kemungkinan, dari jumlah itu, ada beberapa pilar yang sempat dibina oleh MUFA.