Nahkoda Baru PSM Makassar Perlu Tambahan Pilar Untu Kedalaman Tim Besutannya

Juru racik asal Bosnia, Milomir Seslija sudah memiliki lukisan kerangka skuat besutannya meskipun belum lama menukangi PSM Makassar.

Arsitek berusia 56 tahun itu mengaku masih perlu sejumlah amunisi tambahan untuk kedalaman timnya meladeni persaingan Liga 1 2021/2022.

"Saya butuh minimal lima pemain tambahan siap pakai di posisi bek sayap, stoper, gelandang dan striker," ujar Milo, sapaan karibnya, kepada awak media Makassar di Lapangan Bosowa Sport Centre, Senin (12/07/2021).

Di posisi lini belakang sayap, Juku Eja cuma punya Zulkifli Syukur dan Abdul Rachman tanpa pelapis yang sepadan. Keduanya membuktikan kemampuannya dengan bermain penuh untuk membawa PSM Makassar menembus semifinal Piala Menpora 2021.

Keadaan serupa di lini bertahan yang terus mengandalkan duet Hasim Kipuw dan Erwin Gutawa di lini belakang. Begitupun di sektor tengah, trio Rasyid Bakri, Sutanto Tan dan M. Arfan yang tampil sebagai penyeimbang klub di turnamen pramusim itu. Kembalinya Wiljan Pluim dalam skuat menambah kekuatan sektor ini.

"Tapi, tidak mungkin kalau saya bisa memainkan mereka sepanjang kompetisi. Bisa saja mereka absen dengan kendala berbeda," kata Milo.

Sementara di depan, eks juru taktik Arema FC itu baru memperoleh Anco Jansen, penyerang asal Belanda. Sebagai pendamping ada Saldi Amiruddin, striker sayap yang belakangan diplot sebagai bomber utama Juku Eja di Piala Menpora 2021.

"Saya tahu tidak mudah mendapatkan pemain yang dibutuhkan dalam situasi sulit saat ini," terang Milo.

Mantan nahkoda Igman Konjic itu mengungkapkan dirinya tetap memberi peluang para amunisi muda Juku Eja untuk berkembang.

"Hanya mereka butuh waktu. Memang ada pemain muda yang merespons dengan baik program yang diberikan. Tapi, ada juga yang agak lama. Kita lihat saja perkembangannya dalam latihan," ungkap Milo.

Eks pelatih Madura United itu menambahkan, timnya perlu musuh uji tanding yang tangguh untuk mengukur kemampuan skuat. Ia pula sudah tahu bahwa manajemen Juku Eja sudah menghubungi sejumlah tim untuk beruji tanding di Makassar.

"Pandemi COVID-19 memang membuat situasi jadi sulit. Tim yang dihubungi justru tengah meliburkan pemainnya. Jadi, memang tak mudah mengeksekusi rencana yang telah disusun," pungkas Milo.