Liga 1 Tidak Ada Degradasi, Jumlah Kontestan Musim Depan Menjadi 20 Tim

119 views

PSSI cuma menghapus sistem degradasi di Liga 1 musim ini, tetapi tidak dengan format promosi. Dua tiket untuk naik kasta sudah disediakan oleh PSSI bagi peserta Liga 2.

Jumlah ini berkurang satu dibandingkan musim-musim sebelumnya. Umumnya, tiga klub bakal promosi ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia menggantikan tiga tim yang turun kasta.

Dengan formula begini, praktis jumlah kontestan Liga 1 pada tahun depan atau musim 2022/2023 bakal melonjak menjadi 20 klub.

"Kalau terjadi tidak ada degradasi di Liga 1, nanti ada dua tim yang promosi dari Liga 2 sehingga jumlahnya menjadi 20 tim," tutur anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani, ketika dihubungi Bola.com, Kamis (06/05/2021).

Ujar Hasani, formula seperti ini cuma bersifat sementara. Tetapi kalau dirasa pas, format 20 klub ini berkesempatan dipertahankan dengan membahasnya di kongres tahunan PSSI pada 2022.

Mengapa butuh dibawa ke kongres tahunan PSSI? Karena jumlah voters kompetisi kasta tertinggi yang tertera di Statuta PSSI adalah 18 klub. Butuh adanya amandemen misal mau mempertahankan situasi seperti ini.

"Kami akan melihat model musim ini akan bagaimana. Kalau memang mempunyai dampak positif, bisa kami pertimbangkan dibawa ke kongres tahunan PSSI pada tahun depan untuk diubah," terang Hasani.

"Apakah kami akan pertahankan dengan 20 klub atau kami kembalikan ke 18 klub. Sebab, akan ada perubahan Statuta PSSI nantinya jika format seperti ini dipermanenkan," jelas mantan Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB) ini.

Usulan penghapusan degradasi di Liga 1 musim ini disebutkan hadir dari para kontestan. Mereka mengajukan permintaan tersebut kepada PSSI lantaran hal ekonomi.

Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada 3 Mei 2021 memutuskan bahwa ajang kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2021/2022 tanpa degradasi untuk mengakomodir harapan tim-tim.

Hasani menjelaskan, kesekjenan PSSI menerima banyak surat dari klub-klub Liga 1 yang keberatan dengan adanya degradasi di musim ini. Pihaknya mengetahui keadaan itu sehingga mengabulkan permohonan itu.

"Ada banyak klub yang meminta kata kesekjenan PSSI. Namun, kami tak tanya satu per satu kepada klub. Sebab, secara insting pun saya sudah tahu," kata Hasani,

"Saya kan juga menjalankan perusahaan. Sekarang, perusahaan mana yang tidak kesusahan? Saat ini, perusahaan yang berhasil itu yang menjual vaksin dan tes COVID-19. Jenis usaha lain semua kolaps. Apalagi klub-klub Liga 1 ini. Kami sadarlah. Apalagi anggota Exco PSSI ini banyak yang berasal dari klub. Mereka tahu situasinya," jelas Hasani.

Berita penghapusan ajang Liga 1 musim ini oleh PSSI buat media sosial geger. Dari pengamatan Bola.com, kebanyakan warganet tidak setuju, bahkan cenderung marah dan mengecam kebijakan ini.