Kedatangan Diego Michiels Menjadi Penyelesaian Lemahnya Sisi Kanan Belakang Arema Fc

Evaluasi diadakan Arema FC usai tampil seri 1-1 melawan Bhayangkara FC pada pekan kedua kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, Minggu (12/09/2021). Lini yang ingin diperbaiki Singo Edan adalah sisi kanan belakang.

Pasalnya, gol tunggal Bhayangkara FC yang diciptakan Ezechiel N’Douassel berawal dari lemahnya sisi kanan pertahanan tim asal Malang itu. Operan lambung Wahyu Subo di daerah lini belakang kanan Arema FC sanggup dikonversikan eks striker Persib Bandung itu menjadi gol.

Usai brace itu, Singo Edan pernah mengganti Rizky Dwi Febrianto dengan Renshi Yamaguchi sebagai sektor belakang kanan.

Untuk mengatasi persoalan itu, Singo Edan menggaet Diego Michiels sejak Senin (13/09/2021). Sang pilar diberangkatkan dari Malang lantaran baru melakoni penyembuhan cedera paha.

"Dulu dia sempat cedera di betis kiri. Ketika mau berangkat gantian yang kanan cedera. Tetapi sekarang dia sudah pulih. Tinggal bagaimana beradaptasi dengan tim," kata dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi.

Sesungguhnya ada alasan lain pilar naturalisasi ini baru diberangkatkan ke Bogor. Sang pemain baru menerima vaksin dosisi dua pada tengah pekan lalu.

Punggawa berusia 31 tahun itu menyampaikan usai memperoleh vaksin kedua, dia siap berlabuh dengan klub. Pasalnya, dua dosis vaksin itu menjadi pelengkap persyaratan mampu bermain di kompetisi BRI Liga 1 2021/2022.

Sekarang, bek kelahiran Belanda ini dipersiapkan tim kebanggaan Aremania itu untuk meladeni PSS Sleman pada duel pekan ketiga ajang kasta tertinggi Indonesia pada 19 September mendatang.

Butuh diketahui, sejak pekan perdana Singo Edan menampilkan duel di Stadion Pakansari, Bogor. Tetapi, saat bertemu dengan Super Elang Jawa masih belum diketahui di mana mereka bakal tampil. Yang pasti, Arema FC tetap meneruskan persiapan di Bogor serta menanti lokasi laga berikutnya.

Kalau nantinya mantan pemain Borneo FC itu menjadi starter musuh klub asal Sleman itu, ada satu nama yang kemungkinan besar wajib tergeser dari starting eleven, yakni Rizky Dwi Febrianto.

Sesungguhnya punggawa asal Jember itu memiliki peran untuk berharga. Dia menjadi satu di antara eksekutor bola mati Singo Edan. Punya akurasi mumpuni, sang pilar bakal menggendong tugas sebagai eksekutor tendangan bebas dan sepak pojok.

Namun ada opsi lain kalau tidak menggeser bek berusia 24 tahun ini, mantan punggawa Mitra Kukar itu mampu main sebagai stoper atau winger bertahan. Tetapi, keputusan ada di tangan juru racik, Eduardo Almeida. Yang pasti, kehadiran sang pilar membikin kekuatan Arema FC bertambah.