Bermula Dari Pendukung Persebaya Surabaya, Kiper Anyar Bajol Ijo Sekarang Akan Didukung Bonek

Penjaga gawang Persebaya Surabaya, Satria Tama, merasa senang bisa menyandang status sebagai amunisi tim asal Kota Pahlawan itu. Sang kiper menjadi rekrutan perdana Bajol Ijo pada musim ini usai ditinggal sejumlah pilar.

Kiper asal Sidoarjo ini mengaku sudah dikenalkan dengan Bajol Ijo oleh sang ayah. Momen perkenalan itu terjadi saat sang ayah mengajaknya melihat laga Persebaya yang saat itu bermarkas di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.

"Jujur dari kecil saya sudah dikenalkan dengan Persebaya oleh almarhum bapak. Sudah diajak mbonek (istilah untuk kegiatan mendukung Persebaya). Memulai itu juga karena sepak bola Surabaya sedang antusias sampai sekarang," ujar Satria Tama.

"Jadi itu menjadi titik awal karier saya. Saya katakan saya mau menjadi pemain sepak bola. Alhamdulillah, ketika kecil saya sudah sempat berhubungan dengan Persebaya. Waktu itu ikut Surabaya Muda U-12," ujar alumni Universitas Dr Soetomo itu.

Masa kecilnya dihabiskan sebagai Bonek, pendukung Bajol Ijo. Ia kemudian berpeluang berlabuh dengan tim junior Persebaya ketika masih berumur 12 tahun. Tetapi, belum sekalipun dia berpeluang bermain memperkuat skuat senior.

Mantan penjaga gawang Timnas Indonesia U-22 ini memulai kiprah sepak bola dengan menimba pengalaman bareng tim internal Bajol Ijo. Tetapi, dia kemudian justru melakoni debut profesional bareng Persegres Gresik pada 2016.

Peluang bareng Gresik United membikin kiper berpostur tinggi 180cm itu menjadi penjaga gawang muda yang moncer pada musim 2016 dan 2017. Berkat aksinya di bawah mistar, dia kemudian menjadi alternatif utama di Timnas Indonesia U-22 dalam SEA Games 2017.

Sayang, Satria Tama wajib ikhlas melihat tim yang diperkuatnya terdegradasi ke Liga 1 2018. Dari situlah, sang penjaga gawang memilih pindah dan keputusannya ini mengarah kepada Madura United. Dia pula langsung menjadi alternatif utama di tim asal Pulau Garam tersebut.

Pada musim kedua, pada 2019, alumni Universitas Dr Soetomo ini wajib kehilangan tempat karena Laskar Sape Kerrab menggaet Ridho Djazulie dari Borneo FC. Tidak banyak peluang yang dimilikinya. Musim ini, dia ingin kembali unjuk kebolehan bareng tim kebanggaan Bonek dan Bonita tersebut.

Satria Tama yang mengaku sebagai Bonek sejak kecil merasa bahwa tawaran yang hadir dari Bajol Ijo ini adalah mimpi. Dia sekarang berganti dari penonton Persebaya menjadi pilar yang akan ditonton oleh Bonek.

“Pastinya bangga. Dulu waktu kecil saya pernah bermimpi suatu saat saya harus ditonton. Syukur alhamdulillah, saya sekarang menjadi pemain yang ditonton di Surabaya,” ucap penjaga gawang bernomor punggung 88 itu.