Baru Debut, Adilson Maringa Sudah Memperoleh Julukan Keren Dari Aremania

Adilson Maringa sukses mencuri perhatian pendukung Arema FC meskipun baru melakoni laga perdana di kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Sang penjaga gawang bahkan sudah memperoleh julukan dari Aremania.

Pendukung Singo Edan memelesetkan namanya menjadi Adilson Becker. Nama tersebut pelesatan dari penjaga gawang Liverpool, Alisson Becker. Kebetulan dua penjaga gawang itu berasal dari negara yang sama, Brasil.

Julukan ini sekaligus jadi pujian lantaran kiper berusia 31 tahun itu disetarakan dengan kehebatan penjaga gawang berusia 28 tahun itu. Julukan itu beredar cepat di media sosial sejak beberapa jam usai partai meladeni PSM Makassar.

Padahal pada duel itu, klub asal Malang itu tidak berhasil memetik hasil maksimal. Singo Edan dan Juku Eja cuma berbagi skor 1-1.

Singo Edan banyak ditekan lantaran tampil dengan sepuluh orang sejak menit ketiga. Winger Jayus Hariono diganjar kartu merah usai melanggar Sutanto Tan.

Banyaknya tekanan klub asal Makassar ini membikin penjaga gawang asal Brasil itu banyak mengadakan penyelamatan ciamik. Beda cerita kalau Singo Edan bermain dengan 11 punggawa.

Tapi Aremania pula berkeinginan kiper berpostur tinggi 194cm itu tidak cepet lega dan besar kepala. “Dia tampil luar biasa dengan banyak penyelamatan. Semoga bisa konsisten main seperti itu. Jangan sampai setelah banyak pujian, lalu permainannya menurun,” kata Awang Karta, Aremania Korwil Kanjuruhan.

Pada musim 2018, Singo Edan pula memiliki penjaga gawang asing yang bermain istimewa ketika debut, yaitu Srdan Ostojic. Dia pernah dijuluki seperti penjaga gawang Atletico Madrid, Spanyol, Jan Oblak.

Sayang, permainannya malah anjlok di laga kedua sampai keempat. “Jangan sampai seperti kiper asing yang dulu (Ostojic). Jadi sekarang dipuji sewajarnya saja dulu,” sambung Awang.

Sesungguhnya Aremania sudah kangen memiliki penjaga gawang kuat. Sejak Kurnia Meiga sakit pada musim 2017, Singo Edan selalu berganti penjaga gawang utama tiap musim. Untuk sementara, eks kiper Vilafranquense itu sukses membikin pendukung mulai move on dari Meiga.

Singo Edan memainkan empat legiun asing anyar di partai perdana kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 meladeni PSM Makassar, Minggu (05/09/2021).

Empat pilar asing Singo Edan yang diturunkan itu adalah Adilson Maringa, Carlos Fortes, Renshi Yamaguchi, dan Sergio Silva. Keputusan itu agak mengejutkan lantaran sebelumnya juru racik Eduardo Almeida menerangkan tidak bakal memainkan Sergio. Alasannya, sang pilar baru hitungan hari berlabuh dengan klub.

Tapi keadaan darurat membikin pemain asal Portugal itu wajib dimasukkan pada babak kedua. Waktu itu, Singo Edan tampil dalam tekanan Juku Eja.

Alhasil, punggawa berusia 27 tahun ini dimasukkan untuk solusi memberi ketenangan di sektor bertahan Singo Edan. Lantas seperti apa penilain sang nahkoda atas penampilan empat pilar asing Arema FC itu? Almeida ternyata tidak mau memberi penilainnya.

“Saya tidak bisa bicara soal individu pemain. Baik lokal maupun asing, semua pemain Arema FC. Mereka dalam satu tim. Dan saya hanya bicara 100 persen soal tim keseluruhan,” jelas pelatih asal Portugal ini.