Asisten Nahkoda Timnas Indonesia Pastikan 2 Pilar Mundur dari Pemusatan Latihan Timnas Indonesia Proyeksi SEA Games

Asisten arsitek Timnas Indonesia, Nova Arianto, pastikan dua pilar mundur dari TC skuat proyeksi SEA Games 2021. Keputusan itu diambil lantaran berbagai pemikiran dari pilar.

Kedua nama yang memilih mundur di pemusatan latihan Skuad Garuda adalah Tegar Infantrie dan Dodi Alexvan Djin. Pria berusia 42 tahun ini mengaku pihaknya tidak memiliki kuasa untuk mendesaknya kedatangan dua pilar tersebut.

"Tegar sama Dodi tidak bisa bergabung pada TC periode kali ini. Tegas mendaftar ke Akademi Angkatan Udara," kata Nova Arianto ketika dihubungi wartawan.

"Sementara itu, Dodi saat ini masih dalam pemulihan cedera. Dia tidak bisa bergabung," tegas Nova.

Keduanya mengikut nama sebelumnya yang memilih mundur sejak awal dari TC Timnas Indonesia proyeksi SEA Games 2021. Mereka adalah Saddam Gaffar dan Firza Andika yang memilih ikut pendidikan TNI-AU.

Sementara itu, dua amunisi lainnya, yaitu Osvaldo Haay dan Braif Fatari belum berlabuh dalam pemusatan latihan Skuad Garuda. Keduanya terhalang penerbangan dari Papua.

PSSI menetapkan sasaran Timnas Indonesia memetik medali emas pada SEA Games 2021. Sasaran tinggi ini terasa wajar mengingat Skuad Garuda telah lama tidak memetik medali emas dari cabang olahraga sepak bola di SEA Games.

Sadar sasaran itu tidak gampang, nahkoda Shin Tae-yong tidak ingin gegabah dalam menanggapinya. Sang juru taktik mengaku bakal maksimalkan bareng Timnas Indonesia meski tidak bisa menjanjikan bakal pencapaian emas.

"Tujuan utama dari kami harus hasil yang terbaik. Jujur, saya tidak bisa bilang Timnas Indonesia pasti mendulang medali emas. Namun, kami akan maksimal dan melakukan persiapan untuk itu," tegas Shin Tae-yong.

Leave a reply "Asisten Nahkoda Timnas Indonesia Pastikan 2 Pilar Mundur dari Pemusatan Latihan Timnas Indonesia Proyeksi SEA Games"

Author: 
    author