Persebaya Surabaya Terancam Tidak Bisa Memainkan Dua Pilar Ketika Melawan Persik Kediri

Pesta gol Persebaya Surabaya atas Persita Tangerang pada jornada ke-13 Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, Rabu (24/11/2021), harus dibayar mahal. Dua punggawanya menderita cedera dalam partai yang berkesudahan dengan skor telak 4-0 tersebut.

Perdana, penjaga gawang Ernando Ari Sutaryadi, harus ditarik keluar pada menit ke-27 karena menderita cedera bahu. Sang kiper sudah merasai nyeri saat menjalankan aksi menangkap bola dua menit sebelum diganti penjaga gawang pelapis Bajol Ijo, Andhika Ramadhani.

"Nando mengalami masalah di bahu kanan. Bukan yang kiri, kalau dulu yang dioperasi memang yang kiri. Jadi ini bukan cedera yang kambuh," ujar Pratama Wicaksana Wijaya, dokter tim Persebaya.

"Tidak ada bengkak dan nyeri sudah berkurang jauh. Untuk sementara akan dilakukan recovery bersama fisioterapis. Sambil kami lihat perkembangannya," ungkap dokter tim Persebaya Surabaya yang karib disapa Tommy itu.

Sayangnya, Jose Wilkson pula ditarik keluar pada menit ke-76 karena cedera kaki. Sang bomber memperoleh tekel keras dari Aldo Claudio yang berbuah penalti sekitar dua menit sebelumnya. Punggawa asal Brasil ini hingga harus ditandu keluar lapangan.

Beruntung keadaannya membaik. Sakit yang dirasakan striker berusia 29 tahun ini sudah berkurang. Sang penyerang sudah mampu menjalankan kegiatan normal meskipun harus menepi selama sesi latihan.

"Wilkson sudah mendingan. Dari observasi sementara, tidak dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Tapi, tetap belum bisa ikut latihan bersama. Dia masih butuh recovery," imbuh dokter lulusan Universitas Brawijaya itu.

Dokter Tommy mengatakan dua pilar Bajol Ijo itu bakal melakoni abservasi untuk beberapa hari ke depan. Baik Wilkson maupun Nando belum diperbolehkan untuk latihan bareng teman seskuatnya. Meskipun level cedera kedua punggawa dinyatakan berbeda.

Dia tidak mau berspekulasi tentang kemungkinan mereka dipasang saat meladeni Macan Putih pada jornada ke-14, Minggu (28/11/2021). Waktu penyembuhan antar-laga yang sangat dekat dicemaskan mampu memperburuk cederanya.

Meladeni dua pilarnya yang dilanda cedera, Aji Santoso bergerak cepat. Sang pelatih mulai menyiapkan amunisi lain untuk mengisi pos yang ditinggalkan kedua pemain tersebut.

"Kalau tidak memungkinkan, kami akan melakukan rotasi. Posisi kiper masih ada Andhika. Striker kami juga ada beberapa nama. Daripada saya paksakan malah nanti merusak karier pemain," ujar pelatih berusia 51 tahun itu.

Leave a reply "Persebaya Surabaya Terancam Tidak Bisa Memainkan Dua Pilar Ketika Melawan Persik Kediri"

Author: 
    author