Madura United Menanti Kehadiran 2 Pilar Brasil Untuk Segera Berlabuh

347 views

Madura United baru punya satu legiun asing yang telah mengikuti TC di Batu saat ini. Pilar itu adalah winger asal Australia, Jacob Papper, yang tetap berada di Indonesia selama ajang vakum.

Juru racik Laskar Sape Kerrab, Rahmad Darmawan, mengaku bakal meladeni kesusahan untuk memboyong amunisi. Padahal, mereka sudah mengikat masa kerja duo asal Brasil, Bruno Lopes dan Jaimerson Xavier, yang sudah berlabuh sejak musim lalu.

Masalahnya, bomber berusia 34 tahun ini dan bek berusia 31 tahun itu masih berada di negaranya, Brasil. Ada banyak persyaratan yang membuat mereka susah memperoleh visa ke Indonesia, apalagi saat ini masih dalam kondisi wabah virus Corona.

“Kalau bicara pemain asing, mereka bisa datang dan siap ke Indonesia, tapi proses untuk datang itu menyulitkan dengan kondisi saat ini masih pandemi. Negara yang bersangkutan juga akan melepas kalau ada kejelasan melalui invitation letter dari kami,” kata Rahmad Darmawan.

“Tapi kalau invitation letter sudah datang, proses bergabungnya mereka tentu lebih cepat. Kalau pun sudah datang juga tidak bisa cepat bergabung. Mereka harus melalui tahapan karantina. Ini yang menyulitkan kami,” imbuh pelatih Madura United yang akrab disapa RD itu.

Tetapi, pelatih asal Lampung tersebut menyebutkan bahwa kemungkinan para punggawa asing sudah tiba di Tanah Air pekan depan. Itu sesuai dengan konsep yang dibikin manajemen tim asal Pulau Garam ini menyongsong bergulirnya Piala Menpora 2021.

“Kemungkinan (pemain asing datang) tanggal 11 Maret. Saya harap tanggal 11 Maret sudah sesuai dengan rencana untuk mereka bisa berlatih,” ucap mantan pelatih Persija Jakarta dan Tira Persikabo tersebut.

TC dihelat di Batu ini lebih banyak diikuti oleh para amunisi belia. Jacob Papper menjadi satu-satunya legiun asing yang mengikutinya. Lalu, ada ujung tombak gaek Alberto "Beto" Goncalves yang mulai berlabuh.

Sisahnya adalah para amunisi yang belum berpengalaman di ajang kasta teratas. Satu di anatranya adalah pilar belia yang masih berusia 16 tahun, yaitu Ronaldo Kwateh. Fokus nahkoda berusia 54 tahun ini memang memoles punggawa-punggawa "hijau" itu.