Liga 1 Menggunakan Metode Anyar, Persebaya Surabaya Memasang Sasaran Realistis

Persebaya Surabaya tidak ingin tinggi-tinggi memasang sasaran pada Liga 1 2021/2022 yang memakai metode baru. Manajer Bajol Ijo, Candra Wahyudi, menyebut sasaran finis empat besar paling ideal dan realistis.

Tim asal Kota Pahlawan itu selalu memetik hasil memuaskan sejak promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Persebaya finis kelima pada musim 2018 dan kedua pada 2019.

Adapun pada 2020, Bajol Ijo mengalami penurunan drastis yaitu memetik satu angka dari dua partai yang dimainkan. Kemudian ajang dimandekkan lantaran wabah virus Corona.

"Kalau musim 2020, kami memang pasang target juara karena 2019 menjadi runner-up. Pada 2021 ini, kami tidak ingin lepas dari empat besar," kata Candra Wahyudi.

Sasaran yang dipasang tim kebanggaan Bonek dan Bonita itu sudah realistis. Apalagi Liga 1 2021/2022 memakai metode berlainan yaitu bubble to bubble dengan jumlah enam series.

Menanggapi faktor itu, Bajol Ijo belum seluruhnya paham dan menanti penjelasan sambungan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Meskipun begitu, Candra Wahyudi memastikan Persebaya siap bermain.

"Kami belum mendapatkan gambaran pastinya. Cuma diskusi internal dengan PT LIB memang gambarannya seperti itu. Kami siap-siap saja karena formatnya hampir sama dengan Piala Menpora," tegas Candra Wahyudi.

Candra Wahyudi memastikan tim besutan Aji Santoso itu mendukung secara penuh metode anyar yang bakal dipakai pada kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2021/2022. Menurut sang pria, metode itu sudah menjadi yang terbaik untuk menghelat ajang pada masa wabah virus Corona.

"Kalau situasi pandemi kayaknya belum bisa normal lagi. Di semua belahan dunia manapun kompetisi menyesuaikan juga. Kami ikuti saja yang penting jalan dulu," ucap Candra Wahyudi.

Liga 1 2021/2022 konsepnya bergulir mulai 10 Juli 2021 dan bakal menurunkan total 306 laga. Ajang musim ini disasarkan selesai pada Maret 2022.