Kuncoro Mengevaluasi Sesi Latihan Sepanjang Bulan Ramadhan, Hasilnya Memuaskan

332 views

Arema FC sudah mengakhiri latihan di bulan Ramadhan, Jumat (30/04/2021). Tim asal Malang itu menutup latihan itu dengan uji tanding meladeni tim lokal Malang Selection di Lapangan Wonoayu, Kabupaten Malang.

Ahmad Alfarizi dan rekan-rekan menang telak tujuh brace tanpa balas. Kualitas musuh masih di bawah Singo Edan, meski Malang Selection dibela beberapa eks punggawa Liga 1 seperti Edy Gunawan, dan Ardi Yuniar.

Arsitek sementara Singo Edan, Kuncoro, mengaku lega dengan hasil itu. “Artinya, ada progres bagus dari latihan selama Ramadan. Padahal kemarin uji coba main sore dan pemain masih puasa. Kalau main malam pasti akan lebih maksimal,” katanya.

Yang membikin Kuncoro lega, secara organisasi permainan, anak didiknya sudah oke. Dia menilai performa mereka jauh membaik daripada Piala Menpora.

Usai ini, tim besutan Kuncoro itu akan libur latihan nyaris tiga pekan. Konsepnya, amunisi kembali berlatih di Malang pada 22 Mei. Juru racik nantinya wajib memulihkan fisik dan organisasi permainan yang sudah terbentuk ini.

“Setelah libur pasti ada yang harus dibenahi lagi. Seperti dulu ada libur sepekan awal puasa. Waktu latihan harus membentuk kembali organisasi permainan sekaligus fisiknya. Nanti setelah Lebaran juga pasti sama,” jelasnya.

Kalau melihat menu latihan tim kebanggaan Aremania itu selama Ramadhan, sesungguhnya punggawa tidak dapat durasi latihan yang banyak. Skuat arsitek membikin menu latihan Senin-Jumat. Jam latihan pula 30 menit lebih pendek.

“Selama Ramadan memang kami buat latihan lima hari, karena mayoritas pemain sedang puasa. Tapi programnya dibuat efisien. Jadi apa yang kami sampaikan bisa diperlihatkan dalam uji coba,” sambungnya.

Sesungguhnya, Singo Edan tidak cuma melakoni latihan di hari terakhir. Satu hari sebelumnya, Kamis (29/04/2021), pula ada laga di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

“Kalau kami buat hanya latihan biasa pemain bisa jenuh. Karena itu ada sesi internal game dan latihan bersama. Waktu internal game anak-anak juga main semangat. Mereka sama-sama tidak mau kalah, karena komposisi pemainnya dicampur antara yang sering inti dengan cadangan. Jadi, sama-sama berimbang materinya,” pungkasnya.