Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 Mungkin Dilaksanakan Tanpa Penonton Sampai Akhir Musim

Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 terancam dihelat tanpa penonton sampai akhir musim. Selain hal wabah virus Corona, format ajang pula menjadi pertimbangan.

Kasus virus COVID-19 yang masih tinggi di Indonesia belum memungkinkan untuk masyarakat berkerumun atau membikin keramaian.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) merancang ajang kasta tertinggi Indonesia itu dengan format series dan sentralisasi di Pulau Jawa untuk meminimalisir penyebaran Corona.

Ajang bakal dihelat dalam enam series di tiga klaster dengan Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat menjadi tuan rumah seri perdana.

Selama kompetisi BRI Liga 1 masih menganut sistem series, tidak adil bagi tim luar Pulau Jawa kalau ajang kelaknya dapat didatangi oleh penonton meskipun dengan jumlah yang terbatas.

"Kalau masih dengan sistem klaster, itu tidak fair. Contoh begini. Klaster pertama bermain di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Di situ ada klub-klub seperti Persija Jakarta, Persita Tangerang, Bhayangkara FC, dan Persikabo 1973," kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani ketika dihubungi Bola.com, Rabu (11/08/2021).

"Kasihan Persipura Jayapura, Borneo FC, dan Barito Putera, istilahnya, dengan sistem klaster ini, ya sudah tanpa penonton saja. Anggap saja ini seperti di Amerika Serikat dengan sistem bubble," jelas Hasani.

Menurut Hasani, penerapan seperti di ajang Piala Menpora 2021 sudah paling pas, yang membedakannya cuma ajang kasta teratas Indonesia itu berkonsep ajang, bukan turnamen.

Hasani pula menekankan berharganya herd immunity demi sepak bola Indonesia kembali normal. Kekebalan kelompok yang dibentuk oleh vaksin Corona dapat membikin ajang berjalan seperti biasanya dengan format home dan away.

"Saya pikir, kalau kompetisi mau diselesaikan, dituntaskan dalam bentuk klaster. Kalau dalam tiga klaster ini ada penonton, itu sangat tidak adil untuk klub lain," ungkap Presiden Komisaris dari Mahaka Sports dan Entertainment tersebut.

"Dikembalikan dengan herd immunity tinggi. Akan menjadi normal lagi sehingga klub-klub bisa bermain home dan away, bukan klaster. Sistem klaster ini kan bentuknya darurat. Yang penting kompetisi jalan dulu," imbuhnya.