Eduardo Almeida Mengindikasikan Pencapaian Klub di 5-6 Pertandingan Awal Akan Belum Maksimal

Kompetisi BRI Liga 1 bakal bergulir pada 20 Agustus. Tim kontestan berlomba dengan sisa waktu yang ada. Lantaran mayoritas pernah vakum latihan selama PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat diadakan sejak 03 Juli lalu.

Arema FC salah satunya. Meskipun persiapan belum maksimal, mereka tetep menyambut dengan bahagia bergulirnya ajang yang sudah mandek setahun lebih.

Tapi juru racik Singo Edan, Eduardo Almeida minta Aremania untuk mampu mengetahui kalau di awal ajang nanti ada sejumlah hasil kurang maksimal yang dipetik. Itu bagian dari sambungan persiapan skuat.

"Kondisi fisik bukan yang terpenting saat ini. Yang paling utama kompetisi akan dimulai. Saya sadar mungkin 5-6 pertandingan tim tidak dalam kondisi yang bagus. Tapi setelah itu akan membaik,” jelasnya.

Klub asal Malang itu perlu menyesuaikan diri lagi dalam laga awal ajang kasta tertinggi Indonesia. Lantaran menjelang ajang mereka tidak mampu menghelat pemanasan dengan beruji tanding. Praktis mereka wajib memanasi mesin di saat ajang sudah dimulai.

Itu pula jadi sambungan persiapan fisik pilar yang belum 100 persen. "Karena itu, saya meminta suporter bisa memahami kondisi ini,” harapnya.

Biasanya, Aremania melancarkan kritik pedas di media sosial saat tim besutan Eduardo Almeida itu memetik hasil buruk. Kini, pelatih asal Portugal itu sudah memberi penjelasan lebih awal kepada pendukung fanatik Arema FC.

"Mungkin ada hasil yang tidak biasa atau kurang maksimal 5-6 pertandingan awal. Karena kondisi persiapan tim seperti saya jelaskan tadi,” sambung mantan pelatih Semen Padang ini.

Ditambah lagi, ada sebuah faktor anyar dari sistem ajang yang memakai series. Singo Edan tidak bakal tampil di markas sendiri. Sehingga punggawa wajib terbiasa main di tempat netral. Sebelumnya, Arema pernah tampil di tempat netral ketika Piala Menpora 2021.

Hasilnya, mereka menjadi juru kunci. Tapi itu tidak bisa menjadi ukuran. Sebab waktu itu Singo Edan belum dilatih Eduardo Almeida. Susunan legiun asing saat itu pula berubah.