Arthur Irawan Berkeinginan Liga 1 2021 Tetap Mempraktikkan Protokol Kesehatan Yang Ketat

Palang pintu sayap PSS Sleman, Arthur Irawan, mengapresiasi gerakan PSSI menyetop ajang musim 2020. Sang pilar berkeinginan ajang 2021 mampu digelar tanpa kendala serta tetap mempratikkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut punggawa berusia 27 tahun ini, keputusan dari PSSI itu membikin masa depan sepak bola Indonesia mampu kembali cerah. Terutama untuk ajang musim 2021, di mana PSSI segera mengusahakan kembali berjalannya ajang diawali dengan mengurus proses perizinan dari Polri.

Seperti faktornya semua pelaku sepak bola Tanah Air, pemain berpostur tinggi 176cm ini begitu merindukan momen kembali bertanding di lapangan hijau.

Tetapi, eks bek Persebaya Surabaya itu berkeinginan kualitas kesehatan tetap harus diperhatikan oleh federasi dan operator ajang, mengingatkan masih merebaknya wabah virus Corona pada saat ini.

Meskipun ajang amat diidamkan pilar untuk segera bergulir, kesehatan tidak kalah pentingnya dan wajib menjadi prioritas utama.

"Saya hanya bisa berdoa agar sepak bola bisa berlanjut secepatnya. Kemudian bisa sampai akhir musim, tidak ada lagi penundaan," tegas Arthur Irawan, Jumat (22/01/2021).

"Semoga kompetisi bisa berjalan normal, dengan kembali menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti yang sudah dalam rencana sebelumnya," ungkap pemain PSS Sleman yang pernah berkarier di Espanyol itu.

Sementara itu, mantan pilar Badak Lampung ini berkeinginan wabah virus Corona segera berkesudahan dan menjadi sukacita semua elemen sepak bola. Tidak cuma bagi punggawa, tapi pula para pendukung setia yang mampu kembali menonton laga lewat tribune penonton.

"Harapan saya, semoga pada 2021 semua pemain dan ofisial selalu sehat, dengan menjaga protokol kesehatan. Pastinya semoga fans bisa kembali menyaksikan kami bertnading dengan protokol kesehatan yang jelas dan aman bagi kita semua," ujar bek PSS Sleman itu.

Leave a reply "Arthur Irawan Berkeinginan Liga 1 2021 Tetap Mempraktikkan Protokol Kesehatan Yang Ketat"

Author: 
    author