Alasan Pilar Asal Ukraina Mengundurkan Diri Dari PSS Sleman

569 views

Kebersamaan PSS Sleman dan penyerang Yevhen Bokhasvili wajib berkesudahan. Sang pilar menentukan mundur dari Super Elang Jawa, Rabu (17/02/2021).

Dua musim yang hebat bagi pilar asal Ukraina ini di klub asal Sleman itu wajib berkesudahan. lantaran beberapa pertimbangan. Manajemen PSS Sleman menerangkan sang punggawa punya alasan tersendiri untuk mengundurkan diri.

Pemikiran paling krusial adalah lantaran ketidakpastian ajang di Indonesia, sejak ditangguhkan pada Maret 2020. Nyaris setahun lamanya para pelaku sepak bola di Tanah Air dalam ketidakpastian.

Sementara amunisi lain termasuk striker berusia 28 tahun itu tentunya wajib bekerja mencari nafkah bagi keluarganya di Ukraina. Banyak pilar yang menjajal beralih menekuni bisnis lain di luar sepak bola, tapi ada juga punggawa yang cuma mampu menanti kejelasan ajang.

"Ada beberapa pertimbangan dan alasan yang cukup masuk akal, hingga akhirnya Yevhen terpaksa pamit dari PSS. Saat ini kompetisi sepak bola di Indonesia masih belum menemui titik terang kapan akan dimulai," ungkap Dirut PSS Sleman, Marco Gracia Paulo, Kamis (18/02/2021).

"Kemudian dalam waktu dekat Yevhen juga akan menjadi seorang ayah. Kami sangat paham kondisi tersebut," tambah Direktur Utama PSS Sleman itu.

Marco Gracia Paulo, mewakili manajemen tim, mengucapkan terima kasih kepada bomber berpostur tinggi 182cm ini atas kontribusinya untuk Super Elang Jawa selama ini. Sang pemain menjadi mesin brace bagi PSS Sleman, khususnya pada musim 2019.

Ia melesakkan 16 brace pada musim pertamanya di Indonesia. Wajar kalau ia kemudian menjadi bidikan sebanyak tim. Tetapi, loyalitas eks pemain Minsk itu kepada Super Elang Jawa masih besar, sehingga bertahan setidaknya sesuai masa kerja yang ia miliki hingga 2021 ini.

"Yevhen merupakan satu di antara beberapa pemain terbaik yang dimiliki PSS. Dia sudah banyak berkontribusi dan berusaha untuk membanggakan warga Sleman. Tapi, tentu kita ingin Yevhen juga mendapatkan kesempatan dan tempat yang baik, walaupun tak lagi bersama PSS," beber Marco Gracia Paulo.